Antrian truk pengangkut TBS sawit di salah satu PKS di Sumatera Utara.
Riswan - EKSKLUSIF.CO
Rabu, 15 Jul 2026 14:06 WIB
SIMALUNGUN, EKSKLUSIF.CO - Dugaan pungutan liar kembali terjadi di lingkungan BUMN. Kali ini di Unit Pabrik Kelapa Sawit [PKS] PTPN IV Regional II Gunung Bayu, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun, Sumut.
Puluhan sopir truk angkutan sawit pihak ketiga mengaku resah. Mereka harus merogoh kocek ratusan ribu rupiah agar TBS sawitnya bisa diterima.
Berdasarkan informasi yang diterima EKSKLUSIF.CO, Selasa [14/7/2026], ada sejumlah "tarif" yang harus dibayar sopir.
Mulai dari biaya sortasi Rp100.000 - Rp150.000 per truk. Lalu ada biaya timbangan Rp15.000 dan biaya jaga malam Rp10.000/malam.
"Kalau nggak ada uang itu, sawit kami diputar balik. Susah masuknya," kata salah satu sopir.
Tak hanya itu. Para sopir juga mengeluhkan sistem antrian yang kacau. Mereka mengaku bisa terjebak 3 sampai 5 hari di luar gerbang PKS.
"Antri kepanasan, kehujanan. Tapi tetap aja dipalak," keluh sopir lainnya.
EKSKLUSIF.CO sudah mencoba mengkonfirmasi hal ini ke Manager PKS PTPN IV Gunung Bayu, Rahyumi Arsa.
Konfirmasi dikirim via WhatsApp pada Selasa [14/7/2026]. Ada 5 pertanyaan yang dilayangkan. Mulai dari kebenaran pungutan sortasi, timbangan, jaga malam, lamanya antrian, hingga apakah itu kebijakan perusahaan atau ulah oknum.
Namun sampai berita ini ditulis, Rahyumi belum memberikan jawaban sama sekali.
Para sopir berharap Direksi PTPN IV dan Satgas Saber Pungli segera mengusut kasus ini.
Mereka menilai jika dibiarkan, praktik ini akan mencoreng nama baik BUMN dan merugikan negara.
(rsw/ds)



No comments:
Post a Comment