EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.

Iklan

Minyak Goreng Bantuan "Bau Solar" Ditarik Massal, Didistribusikan ke Banyak Daerah Tanpa Kode Produksi

Eksklusif Co
Friday, 26 June 2026 | 21:11 WIB Last Updated 2026-06-26T14:11:31Z

Foto: Ilustrasi kemasan minyak goreng. Produk yang dikeluhkan warga Karanganyar diduga berbau solar dan tidak mencantumkan kode produksi. [Dok. eksklusif.co]


KARANGANYAR, eksklusif.co - Kasus minyak goreng bantuan pangan yang dikeluhkan warga karena diduga berbau solar di Kabupaten Karanganyar berbuntut panjang. Produk yang bermasalah ternyata telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Temuan itu terungkap setelah Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama tim gabungan melakukan sidak langsung ke pabrik produsen "Minyak Kita" di Jaten, Karanganyar, Kamis (25/6/2026).

Perusahaan Lakukan Penarikan, Lab Masih Ditunggu

Kepala Disdagperinaker Karanganyar, Agung Wahyu Utomo, mengatakan perusahaan telah menarik kembali produk yang dilaporkan bermasalah dari masyarakat.

"Untuk yang kemarin bermasalah terkait minyak goreng berbau solar, saat ini langkah yang dilakukan adalah penarikan barang retur. Kemudian dilakukan cek laboratorium. Dari Satgas Pangan dan kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Kita tunggu hasilnya," kata Agung.

Tim gabungan yang terdiri dari Disdagperinaker, Satgas Pangan, kepolisian, dan BPOM masih melakukan pendalaman. Produk yang ditarik diamankan di gudang untuk kepentingan investigasi.

Jebolnya QC: Tanpa Kode Produksi, Cuma Ada Kedaluwarsa

Hasil sidak menemukan kelemahan serius dalam pengawasan mutu. Produk yang diperiksa tidak mencantumkan kode produksi, hanya menampilkan tanggal kedaluwarsa.

"Kami melihat ada beberapa kelemahan. Produk yang dihasilkan tidak mencantumkan kode produksi, hanya menampilkan masa kedaluwarsa. Ini tentu menjadi perhatian karena berkaitan dengan proses penelusuran produk," kata Agung.

Ketiadaan kode produksi membuat penelusuran batch produk yang bermasalah menjadi sangat sulit, terutama karena distribusinya sudah meluas.

Dugaan Awal: Kontaminasi dari Armada Ekspedisi

Dalam klarifikasi, direksi perusahaan menduga aroma solar berasal dari armada ekspedisi saat pengangkutan bahan baku.

"Dari pihak direksi tadi disampaikan kemungkinan saat proses pengambilan bahan baku, kendaraan ekspedisi yang digunakan sebelumnya berbau solar. Tetapi itu baru praduga dari mereka," ujar Agung.

Meski demikian, Pemkab Karanganyar menegaskan dugaan tersebut belum dapat dibenarkan sebelum hasil lab keluar. "Apapun penyebabnya, ketika produk sudah diproses, dikemas dan diedarkan ke masyarakat, seluruh tahapan quality control harus memastikan produk aman dan layak konsumsi," tegasnya.

Distribusi Nasional, Bantuan Pangan Jadi Sorotan

Yang paling mengkhawatirkan, perusahaan mengakui produk ini diapasok ke berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk program bantuan pangan di Karanganyar sendiri, distribusi teridentifikasi berada di Kecamatan Karangpandan, Mojogedang, dan Karanganyar.

Pemerintah daerah bersama Satgas Pangan terus berkoordinasi. untuk memastikan keamanan produk yang telah beredar serta mengantisipasi kemungkinan munculnya keluhan serupa di wilayah lain.

Hingga berita diturunkan, hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar dan akan menjadi dasar langkah selanjutnya. (Agung/Ray. S)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Minyak Goreng Bantuan "Bau Solar" Ditarik Massal, Didistribusikan ke Banyak Daerah Tanpa Kode Produksi

No comments:

Iklan