Ini wajah pembinaan Wushu Jateng. Semangat, kompak, berprestasi. Tapi di balik banner PORPROV ini, ada Siska. Atlet emas. Yang katanya malah ditampar, dibanting, dan dituntut 150 juta sama pelatihnya sendiri. Olahraga untuk prestasi... atau untuk trauma.
Siska Ayu Valentina: "Saya Berlatih untuk Prestasi, Bukan untuk Kekerasan"
TEMANGGUNG, EKSKLUSIF.CO — Prestasi tidak menjamin aman. Siska Ayu Valentina, 22, atlet Wushu Temanggung peraih medali emas Andromeda Championship 2026, kini harus berjuang di dua arena sekaligus: di sasana dan di meja hukum. Ia melaporkan pelatihnya berinisial NC atas dugaan penganiayaan yang terjadi 11 Juni 2026 di Balai RW Kebonsari.
Alih-alih mendapat perlindungan, Siska justru dituduh memukuli pelatih "secara membabi buta" dan dituntut ganti rugi Rp150 juta. Kasus yang berawal dari sparing sepele itu kini menyeret nama Wushu Temanggung, AKESMU, dan sistem pembinaan olahraga daerah, serta memantik dukungan luas dari netizen dengan tagar #UsutTuntas.
Peristiwa itu terjadi 11 Juni 2026 pukul 17.30 WIB di Balai RW Kebonsari, Temanggung. Siska, mahasiswi AKESMU Temanggung, tengah sparing bersama atlet lain. Tak sengaja, ia menyentuh bagian tubuh lawan yang sedang cedera. Ia meminta maaf.
Bagi pelatihnya berinisial NC, itu tidak cukup.
“Menurut pengakuan Siska, ia dibanting, lehernya dikait, lalu ditampar oleh NC di depan anak-anak,” ujar sumber di kepolisian.
Siska sendiri bukan nama baru di dunia Wushu Jateng. Ia adalah peraih medali emas kategori Kickboxing Senior kelas 54 kg di ajang Andromeda Championship 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Bukan Kali Pertama
Siska menyebut ini bukan kekerasan pertama. Ia mengaku sudah 4 kali menjadi sasaran NC.
Tahun 2020 di Jampiroso, ia mengaku dipukul dan ditendang. Di sebuah gym fitness, ia kembali dipukul. Bahkan, ia menyebut pernah dilempar meja saat latihan di BBRSPDI Jampiroso.
Rasa takut itu memuncak setelah kejadian 11 Juni. Sehari berselang, 12 Juni 2026, Siska membuat laporan polisi ke Polres Temanggung dengan dugaan penganiayaan.
Namun alur berbalik. Siska justru dituduh balik. Ia dituduh telah memukuli pelatih “secara membabi buta”. Tak berhenti di situ, NC juga disebut minta ganti rugi Rp150 juta.
“Dia minta ganti rugi 150 juta karena nuntut Arif sama bapak saya itu Pak. Sama minta ganti rugi selama dia nglatih saya bertahun-tahun. Waktu di Polsek dia menghitungnya sehari 3 jam lalu dikali berapa tahun gitu Pak. Soalnya ada rekamannya,” ungkap Siska kepada EKSKLUSIF.CO.
Viral dan Dikawal Netizen
Kisah Siska viral di media sosial X. Tagar #UsutTuntas menggema.
Akun @Kejebakgamon menulis: “gamau tau pokoknya harus di usut tuntas. semangat mbak siskaaa”
Akun @fadilikh_ mengkritik: “ketika kekerasan di dalam perguruan bela diri menjadi alasan pendisiplinan menjadi celah hukum, mereka bebas melakukan apapun tanpa memikirkan atlet²nya, semangat Siska, usut tuntas, dapatkan keadilanmu”
Dukungan juga datang dari @WulanSulistyani: “Semangat Siska,,, Di kawal terus kasus.. Semangat🔥🔥”
Respons Pelatih dan Polisi
Saat dikonfirmasi 22 Agustus 2026, NC memilih bungkam. “Silahkan hubungi pengacara saya,” jawabnya singkat.
Kasus ini kini menyeret nama besar: Wushu Temanggung, AKESMU, dan sistem pembinaan olahraga daerah.
Komnas Perempuan telah bergerak. Pada 30 Juli 2026, petugas bernama Kartika mengabari Siska:
“Kemarin kami sudah koordinasi dengan polres terkait kelanjutan laporan kakak dan saat ini sedang berproses di polres, mohon ditunggu untuk surat pemanggilannya”
Hingga 23 Agustus, Satreskrim Polres Temanggung masih menyelidiki. Ada dua Laporan Polisi yang ditangani dua penyidik berbeda: IPDA Dio Agung dan IPDA Whendy Brasilianna.
“Saya berlatih untuk mencari prestasi, bukan untuk mendapatkan kekerasan atau tekanan mental. Saya ingin keadilan agar tidak ada korban lagi,” tegas Siska.
Catatan Redaksi: EKSKLUSIF.CO berupaya menghubungi pihak Wushu Temanggung dan AKESMU untuk konfirmasi.
rms/ Eksklusif.coTemanggung



No comments:
Post a Comment