Gambar Ilustrasi/ist: Menteri PKP Maruarar Sirait alias Ara berdiskusi di ruang kerjanya. Ara sebelumnya menjanjikan 1.000 unit rumah subsidi untuk wartawan. Sumber Foto: Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP
Ara Bagi-Bagi Rumah Subsidi: Wartawan Dapat 1.000 Unit, Warga Tanya Syarat Malah Dicuekin
JAKARTA, EKSklusif.co — Janji manis 1.000 rumah untuk wartawan. Tapi pas ditanya syarat KPR sama warga umur 54 tahun? Bungkam.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP Maruarar Sirait alias Ara sempat viral karena "royal" bagi-bagi rumah subsidi. Kamis (27/3/2025), di Kantor Kementerian PKP Jakarta, Ara dengan pede mengumumkan alokasi khusus.
"Wartawan itu juga perlu (rumah). Bagian dari masyarakat yang menyuarakan kebenaran dan menegakkan keadilan, pilar demokrasi keempat," kata Ara.
"Tolong Pak dicadangkan buat wartawan ya, pak, ya! Dialokasikan, pertama, saya minta 1.000 (rumah) dulu ya, pak," janjinya di depan kamera.
Tak cuma wartawan. Ara juga tanda tangan MoU 30 ribu rumah subsidi untuk nakes: 15 ribu perawat, 10 ribu bidan, 5.000 nakes lain. Alasannya satu: "Membuat mereka senang dan membuat jelas dari awal."
"Hidup ini kan kita buat jelas. Kenapa takut berubah untuk hal yang lebih baik?" ujarnya penuh semangat.
Tapi... Saat Warga Bertanya, Ara Pilih Diam
Nah, masalahnya muncul setahun kemudian. Tepatnya 7/4/2026 melalui sambungan whatsAppnya.
Ada warga usia 54 tahun bertanya langsung ke Ara:
"Kalau mau tempati rumah susun syaratnya apa? Usia 54 tahun masih bisa KPR Rumah Bersubsidi atau tidak?" Jawaban Ara? NOL. Sama sekali tak menggubris.
Pertanyaan rakyat kecil yang butuh kepastian itu, kalah cepat sama pengumuman 1.000 rumah buat wartawan.
Data Canggih, Tapi Telinga Tumpul?
Ara sendiri yang membanggakan DTSEN dari BPS. Katanya data di-update tiap 3 bulan, setahun 4 kali.
"Berarti semuanya jelas dari awal. Kita lakukan perubahan," tegasnya waktu itu.
Tapi kalau datanya sudah secanggih itu, kenapa pertanyaan sederhana soal syarat usia KPR dari warga justru tidak dijawab?
1.000 unit untuk wartawan, 30 ribu untuk nakes. Angka besar, pengumuman megah.
Tapi 1 warga usia 54 tahun yang nanya syarat, diabaikan.
Catatan EKSklusif.co
Program rumah subsidi memang harus tepat sasaran. Wartawan, guru, nakes, buruh migran berhak dapat.
Tapi rumah juga soal rakyat biasa. Yang gajinya UMR. Yang usianya 54 tahun dan masih nyicil masa depan.
Kalau menterinya hanya mau "menyenangkan" kelompok tertentu di atas panggung, lalu menulikan telinga saat rakyat bertanya di lapangan, itu bukan perubahan. Itu cuma ganti cara pencitraan.
Janji 1.000 rumah sudah diumbar. Sekarang rakyat nunggu: Kapan 1 warga didengar?
Penulis: Riswan Pasarbu/EKSklusif.co



No comments:
Post a Comment