Foto: Ilustrasi
SIMALUNGUN, EKSKLUSIF.CO - Lagi-lagi soal sawit. Lagi-lagi soal "bocor".
EKSKLUSIF.CO menerima puluhan aduan dari sopir dan pemasok TBS. Isinya sama: dugaan praktik tidak wajar di PKS Gunung Bayu, PTPN IV.
Mulai dari potong timbangan 1 ton, pungli bertarif, sampai sopir mangkal 5 hari di luar gerbang. Jika benar, potensi kerugian negara ditaksir miliaran rupiah per bulan. Nama baik PTPN IV pun dipertaruhkan.
Sebagai fungsi kontrol sosial pers, EKSKLUSIF.CO melayangkan 12 PERTANYAAN KRUSIAL kepada 3 pihak: Rayumi Arsa, Hamdani Damanik, dan Pengurus SPSI PKS Gunung Bayu pada 25 Juli 2025. Batas waktu: 3x24 jam.
Hasilnya? Sampai berita ini dimuat, tidak ada satu pun tanggapan dari Rayumi Arsa dan Hamdani Damanik.
BAGIAN A: "PERMAINAN" TIMBANGAN & DUGAAN POTONG TBS
Ini inti masalahnya. Para sopir sudah resah.
SOP & Akses Data: Siapa yang berwenang mengubah data timbang? Ada CCTV 24 jam + audit internal harian? Beranikah dibuka ke publik?
Bukti Uji Tera: Kapan terakhir uji tera Metrologi? Mana sertifikatnya? Kalau belum, atas dasar hukum apa timbangan masih jalan?
Kalibrasi Internal: Ada kalibrasi harian/mingguan? Siapa Penanggung Jawabnya? Mana Berita Acaranya?
Tuduhan Potong 500kg - 1 Ton: Kesaksian banyak sopir: truk milik PTPN dipotong beratnya. Apa jawaban manajemen? Ada investigasi internal?
Dugaan "Permainan 2 Arah": Informasi yang kami terima: Muatan TBS truk PTPN dikurangi, truk pihak ketiga justru timbangannya ditambah. Benarkah hal itu terjadi? Kontrol internalnya di mana?
Isu "Titipan Timbang": Dugaan paling kotor: hasil potongan dialihkan jadi "titipan" ke truk pihak ketiga pemegang SP. Sudah dengar? Tindakan hukumnya apa?
Tanggung Jawab Pimpinan: Tuduhan paling serius: pemotongan "atas perintah Manager". Mana bantahan dan bukti Bapak?
BAGIAN B: DUGAAN PUNGLI & NERAKA ANTRIAN + SOROTAN KE SPSI
Daftar "Tarif": Benarkah ada pungutan liar: sortasi Rp100-150rb, timbangan Rp15rb, jaga malam Rp10rb? Dasar SK nya mana? Kalau tidak ada, kenapa dibiarkan bertahun-tahun?
Kontradiksi Pernyataan Pak Hamdani:
Ke media: "jika ada pungutan itu ulah oknum".
Klarifikasi terbaru: "tidak ada pungutan apapun".
Mana yang benar? "Oknum" itu sudah ditindak atau cuma alibi?
Peran SPSI & Uang Bongkar - Untuk Pengurus SPSI
Pak Parlin Hutapea saat klarifikasi di kantor Kebun menyebut ada kesepakatan biaya bongkar Rp100-150rb.
Pertanyaannya: Uang itu masuk kas perusahaan atau kas SPSI? Tunjukkan bukti transparansi setorannya ke publik.
Antrean 3-5 Hari: Kenapa sopir harus bermalam 3-5 hari di luar gerbang? Jelas ini ladang subur pungli. Langkah konkret apa yang sudah dilakukan manajemen?
BAGIAN C: TUNTUTAN AKUNTABILITAS PUBLIK
Kerugian Negara & Komitmen: Jika benar bocor "puluhan ton TBS/hari", ini kerugian miliaran.Komitmen apa dari manajemen dalam 30 hari ke depan?Apakah bersedia buka data timbang 1 bulan terakhir + bukti uji tera untuk audit publik? JAWAB: YA / TIDAK. Sebutkan alasannya.
SIKAP REDAKSI
Konfirmasi lengkap telah dikirim dan diberi waktu 3x24 jam.
Faktanya: Hingga berita ini dimuat tidak ada tanggapan dari kedua petinggi PKS PTPN IV Gunung Bayu, Rayumi Arsa dan Hamdani Damanik.
Sesuai kaidah jurnalistik, kami tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya. Jawaban Bapak akan kami muat secara utuh dan berimbang. Warga berhak tahu. TBS rakyat bukan untuk "dimainkan".(Red)



No comments:
Post a Comment