EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.

Iklan

"Jangan Ada Otak Jahat" di Program 3 Juta Rumah: Jabar Sindir Kementerian ARA Sirait Soal Akuntabilitas

Eksklusif Co
Friday, 7 August 2026 | 14:46 WIB Last Updated 2026-08-07T09:26:07Z

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menjadi keynote speaker dalam acara Sosialisasi Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 6 Tahun 2026 tentang Bedah Rumah. Acara digelar di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Barat, Jumat /7/8/2026/.


Sekda Jabar Herman Suryatman ingatkan Program Strategis Nasional jangan hanya kejar target. Data penerima dan pengawasan harus bersih


Bandung, EKSklusif.co - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melempar peringatan keras ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman /KemenPKP/ Maruarar yang akrab dipanggil ARA Sirait.


Program 3 Juta Rumah yang jadi program prioritas Presiden jangan sampai melenceng hanya karena mengejar angka.


Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman menegaskan, kunci sukses program itu bukan di atas kertas, tapi di lapangan. Dan di sanalah potensi penyelewengan paling besar.


"Yang penting tidak ada otak jahat untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat lewat Program 3 Juta Rumah ini,” ucap Herman saat menjadi keynote speaker Sosialisasi Permen PKP No.6 Tahun 2026 tentang Bedah Rumah di Kantor DPKP Jabar, Jumat /7/8/2026/.


Pernyataan "otak jahat" itu langsung menyasar inti persoalan: pendataan, pelaksanaan, hingga pengawasan.


Tolak Orientasinya Hanya Angka


Herman menyebut Program 3 Juta Rumah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian target kuantitas.


"Harus mampu menghadirkan kesejahteraan melalui penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan," katanya.


Ia menuntut seluruh proses dilakukan secara akuntabel. Mulai dari pendataan penerima manfaat, pembangunan, sampai pengawasan. Tujuannya satu: bantuan benar-benar diterima warga yang berhak, bukan yang "titipan".


"Realisasi Program 3 Juta Rumah ditentukan oleh integritas seluruh pihak yang terlibat. Setiap tahapan harus dijalankan secara profesional, transparan, dan berpihak kepada masyarakat," tegas Herman.


September 2026: Saatnya Turun ke Lapangan


Herman mengajak 27 kabupaten/kota di Jabar untuk tidak lagi sibuk di meja regulasi. September 2026 harus jadi titik tolak implementasi nyata.


"September 2026 kita fokus kepada implementasi pembangunan 3 juta rumah,” imbuhnya.


Sebagai provinsi dengan penduduk terbesar, Jabar akan jadi barometer keberhasilan program ini. Jika pendataannya amburadul atau bantuannya diselewengkan, maka nama baik program prioritas Presiden pun taruhannya.


Peringatan dari Jabar ini seolah menjadi tamparan untuk KemenPKP ARA Sirait. Program boleh strategis, anggaran boleh besar. Tapi jika tidak dikawal dengan integritas, 3 Juta Rumah hanya akan jadi 3 Juta masalah baru.


/Red/

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • "Jangan Ada Otak Jahat" di Program 3 Juta Rumah: Jabar Sindir Kementerian ARA Sirait Soal Akuntabilitas

No comments:

Trending Now

Iklan