EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.


Iklan

BGN Zero Tolerance! Sudaryono Ancam Copot dan Proses Hukum Pengelola MBG yang Lalai

Eksklusif Co
Thursday, 20 August 2026 | 13:35 WIB Last Updated 2026-08-20T06:36:27Z

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono resmi keluarkan status darurat. Usai insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumut, BGN terapkan kebijakan zero tolerance. Lalai sedikit, langsung sikat.


JAKARTA, EKSklusif.co — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono resmi keluarkan status darurat. Usai insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumut, BGN terapkan kebijakan zero tolerance. Lalai sedikit, langsung sikat.


Tidak ada lagi alasan "lupa" atau "salah prosedur". Taruhannya nyawa anak-anak.


“Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, nggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa nggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang,” bentak Sudaryono, Selasa (18/8/2026).


Bukti Kelalaian: Ikan 200 Ekor 12 Jam di Luar Freezer


Investigasi sementara BGN menemukan biang keroknya. Di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo ada kelalaian fatal saat menyimpan bahan baku.


“Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 ekor ikan yang tidak masuk ke freezer. Itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu sampai lebih dari 12 jam,” jelas Sudaryono.


Bagi BGN, ini bukan kesalahan teknis biasa. Ini pembiaran yang bisa membunuh.


Sanksi Berlapis: Dari Suspend Sampai Pecat Tidak Hormat


Sudaryono tidak main-main. Hukuman yang disiapkan sangat berat dan langsung dieksekusi.


“Sanksinya yang pertama, dapurnya di-suspend berat. Kemudian Kepala SPPG-nya, sanksi yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara, status ASN-nya. Karena ini sudah menyangkut nyawa,” tegasnya.


Tidak berhenti di situ. BGN juga membuka opsi jalur hukum. Jika hasil investigasi menemukan unsur pidana, maka pengelola MBG yang lalai akan diseret ke ranah penegak hukum.


Sentil 27.000 Kepala Dapur Se-Indonesia


Kasus Karo jadi cambuk untuk seluruh pengelola MBG di Indonesia. Saat ini BGN membawahi sekitar 27.000 kepala dapur.


“Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau nggak bisa, kau mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau nggak mampu jadi kepala dapur, kalau nggak mampu jadi chef, kalau nggak mampu jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang nggak bisa dipertaruhkan,” sindir Sudaryono.


Update Korban: Kondisi di PICU Membaik


Di tengah amarahnya, Sudaryono memastikan BGN terus memantau korban yang dirawat di RS Haji Medan. Korban yang dirawat di ruang PICU disebut sudah mulai membaik di hari ketiga.


“Kondisi sudah lebih baik dibandingkan pertama kali masuk. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini,” pungkasnya.


Pesan BGN di bawah komando Sudaryono jelas: MBG bukan program seremonial. Ini soal gizi, kesehatan, dan nyawa. Siapa main-main, siap-siap dicopot.


Catatan Redaksi: Pernyataan disampaikan menyusul insiden keamanan pangan MBG di Kabupaten Karo, Sumut, 18 Agustus 2026.


red/EKSklusif.coJakarta

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • BGN Zero Tolerance! Sudaryono Ancam Copot dan Proses Hukum Pengelola MBG yang Lalai

No comments:

Trending Now

Iklan