Steril, ada water barrier. Pemprov Jabar target 160 hari selesai
BANDUNG, EKSKLUSIF.CO — Pengendara dari Bandung Kota menuju Banjaran, Baleendah, hingga Majalaya wajib mencari jalur alternatif mulai sekarang. Jembatan Citarum di Jl. Raya Dayeuhkolot resmi ditutup total.
Penutupan dilakukan karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang telah memulai "Pekerjaan Penggantian Jembatan Citarum Jl. Raya Dayeuh Kolot". Proyek ini merupakan salah satu prioritas infrastruktur APBD 2026.
Dua Banner Tanda Proyek Dimulai
Pantauan eksklusif.co di lokasi, Jumat 28/8/2026, sudah ada dua jenis pemberitahuan yang dipasang.
Pertama, papan pengumuman proyek di area pagar. Isinya lengkap mulai dari nama paket, nilai kontrak, hingga pelaksana. Di bagian paling bawah ada peringatan tegas: "DILARANG MASUK!!! BAGI YANG TIDAK BERKEPENTINGAN". Area juga sudah dipagar seng dan diberi water barrier.
Kedua, banner besar warna biru-merah yang dipasang melintang di badan jalan sebelum jembatan. Tulisan utamanya: "PENUTUPAN JEMBATAN CITARUM DAYEUHKOLOT".
Di bawahnya ada arahan jelas: "KENDARAAN ARAH KE BANJARAN/BALEENDAH MELALUI JL. TERUSAN BOJONGSOANG".
Ada juga simbol rambu dilarang masuk dan panah petunjuk arah. Sejumlah pengendara motor dan mobil sudah mulai beradaptasi dengan pengalihan ini.
Detail Kontrak: 48,7 Miliar, 160 Hari Kerja
Berdasarkan papan pengumuman, proyek senilai Rp 48.729.666.729,82 ini dikontrak pada 20 Juli 2026. Sumber dananya 100% dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2026.
Pihak penyedia jasa adalah PT. Bahana Krida Nusantara. Untuk konsultan pengawas dipercayakan kepada PT. Duta Wahana Engineering yang ber-KSO dengan PT. Wadah Dirham Konsultan.
Masa pelaksanaan ditargetkan 160 hari kalender. Artinya jika mulai Agustus, maka ditargetkan selesai sekitar akhir Desember 2026. Setelah itu masih ada masa pemeliharaan selama 365 hari kalender atau 1 tahun penuh.
Di bagian bawah papan juga tercantum alamat UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan III di Jl. Soekarno-Hatta No.609 Bandung, serta tagline "Jabar Istimewa" dan imbauan "UTAMAKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA".
Mengapa Diganti? Akses Vital Bandung Selatan
Jembatan Citarum Dayeuhkolot adalah penghubung utama sisi selatan Bandung. Setiap hari dilintasi ribuan kendaraan, mulai dari motor, angkot, truk logistik, hingga kendaraan pribadi.
Selama ini kondisi jembatan kerap dikeluhkan karena sudah tua dan daya dukungnya menurun. Dengan beban kendaraan yang terus meningkat, penggantian total dinilai jadi solusi paling tepat agar tidak membahayakan pengguna jalan.
"Pengalihan ke Jl. Terusan Bojongsoang memang lebih jauh, tapi demi keamanan dan kelancaran proyek ke depan," ujar salah satu petugas di lapangan.
Dampak & Imbauan ke Warga
Dengan penutupan total ini, dipastikan akan ada kepadatan di jalur alternatif. Terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Jl. Terusan Bojongsoang yang selama ini jadi jalur alternatif juga perlu kesiapan dari sisi pengaturan lalu lintas.
Pemprov Jabar mengimbau masyarakat untuk bersabar, mematuhi rambu, dan mengikuti arahan petugas. Pengguna jalan juga diminta tidak memaksa menerobos area proyek karena berbahaya.
Jika proyek berjalan sesuai target 160 hari, maka warga Bandung Selatan akan memiliki jembatan baru yang lebih lebar, lebih kuat, dan ditargetkan bisa bertahan 20 tahun ke depan.
Untuk pengaduan atau informasi, masyarakat bisa langsung menghubungi UPTD PJ2WP III.
Dengan dimulainya proyek ini, Pemprov Jabar menunjukkan komitmennya untuk membenahi infrastruktur vital di luar pusat kota. Kini tinggal bagaimana manajemen rekayasa lalu lintas selama masa konstruksi agar tidak terlalu mengganggu aktivitas warga.
Shtg/EksklusifBandung



No comments:
Post a Comment