Ilustrasi: Oknum Kepala Desa terkait penyaluran Dana Desa
SIMALUNGUN, EKSklusif.co— Total Rp2.079.700.000 Dana Desa masuk ke Nagori Bahal Batu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun selama 2024-2025. Tapi transparansinya justru jadi tanda tanya besar.
Kepala Desa Bahal Batu Azis Supriadi Manurung saat dikonfirmasi Senin (3/6/2026) mengaku siap bertemu. Dengan catatan: yang menjelaskan bukan dia.
"Saya siap bertemu. Nanti kita kumpulkan masyarakat, BPD, unsur Kecamatan, sampai Babinsa juga kita hadirkan," kata Azis.
"Biar Gak Capek, Warga Saja Yang Jelaskan"
Pernyataan Azis memicu amarah warga. Kades justru menantang masyarakat untuk menjelaskan sendiri penggunaan dana desa.
“Kalau kepala desa yang salah mereka takut semua. Aku kutantang bang, yok kita hadiri semua biar kita undang. Jadi aku bang gak capek capek menjelaskan, biar masyarakat yang menjelaskan,” ucapnya.
Azis bahkan minta warga yang menjawab soal insentif guru ngaji, guru sekolah minggu, nazir masjid, pembersih gereja, sampai proyek fisik dan "hotmix".
“Biar masyarakat menjawab, betulkah yang dibuatkan pangulu itu seperti ini, betulkah dibayarkan... adakah dipotong, nantikan ketahuan itu bang,” dalihnya.
Padahal jelas di Permendes PDTT No.7 Tahun 2023: Dana Desa dikelola Pemerintah Desa melalui TPK. Masyarakat hanya mengawasi.
"Ini aneh. Dana dikelola perangkat desa, tapi yang diminta menjelaskan malah masyarakat. Seharusnya Kades yang paparkan LPJ," kata warga yang namanya dirahasiakan.
"Kami tidak butuh keramaian. Kami butuh data. Mana RAB-nya, mana bukti belanjanya, mana foto kegiatannya," tegas warga lain.
Fakta Data: Anggaran Dipangkas, BLT Anjlok, Sisa Rp201 Juta
EKSKLUSIF.CO mengantongi data resmi penyaluran Dana Desa Bahal Batu:
TA 2024
Pagu: Rp1.163.072.000 - Tersalur 100%
Fokus: 4 titik jalan total 473 meter Rp432,6 juta. BLT 80 KK Rp288 juta. Insentif Kader Posyandu Rp126 juta. Pupuk Organik Rp62,4 juta.
TA 2025
Pagu: Rp916.628.000 - Tersalur Rp714.940.940
Sisa: Rp201.687.060 belum jelas.
Fokus: 1 titik jalan Huta III 137 meter Rp114,7 juta. BLT anjlok jadi 38 KK Rp136,8 juta. Turun 52,5%.
Yang naik: Insentif 30 Kader Posyandu Rp144 juta. Penyertaan Modal BUMDes Rp144 juta. Program baru "Rumah Desa Sehat" Rp40 juta.
Pertanyaannya: jika anggaran berkurang Rp246,4 juta, kenapa pos BUMDes dan Posyandu justru sama-sama dapat Rp144 juta?
BLT Dipangkas, Posyandu dan BUMDes Disuntik Dana
Data penyaluran Dana Desa 2025 menunjukkan pergeseran prioritas yang cukup tajam.
Tahun 2024, BLT DD menyasar 80 KK dengan anggaran Rp 288 juta. Tahun 2025, jumlah penerima anjlok jadi 38 KK dengan anggaran Rp 136,8 juta. Turun 52,5 persen.
Di saat yang sama, pos kesehatan justru naik. Untuk insentif 30 kader Posyandu, pemerintah menganggarkan Rp 144 juta. Sama besarnya dengan penyertaan modal BUMDes.
Program "Rumah Desa Sehat" juga baru muncul tahun ini dengan anggaran Rp 40 juta. PMT untuk balita, lansia, dan ibu hamil tetap jalan dengan total lebih Rp 70 juta.
Infrastruktur Fokus 1 Titik
Untuk pembangunan, tahun ini pemerintah hanya mengerjakan 1 titik: rabat beton Jalan Usaha Tani di Huta III sepanjang 137 meter senilai Rp 114,7 juta.
Berbeda dengan 2024 yang membangun 4 titik jalan sekaligus. Total panjangnya 473 meter dengan anggaran di atas Rp 430 juta. Termasuk jalan desa di Huta V Pulo Sarana.
Selain itu, dana juga dipakai untuk operasional, pendataan SDGs Rp 15,1juta, pembinaan karang taruna Rp 6 juta, dan insentif guru ngaji serta nazir masjid Rp 19,8 juta.
Pesan Warga
Dengan sisa anggaran Rp 201 juta yang belum cair, warga Bahal Batu masih menunggu realisasi program lanjutan.
"Harapannya ke depan BUMDes bisa jalan, hasilnya bisa dipakai untuk kegiatan sosial dan bantuan. Jadi tidak terus-terusan mengandalkan Dana Desa," pungkas warga.
Sampai berita ini tayang, Azis masih bersikukuh minta masyarakat yang menjelaskan LPJ, RAB dan dokumentasi. Padahal itu tupoksi kepala desa.
Ruang hak jawab 3x24 jam tetap kami buka untuk Pemerintah Desa Bahal Batu.
(jhn/rsw/eksklusifSumut)



No comments:
Post a Comment