Desc: Warga miskin Batu Bara lega. Pemkab siapkan Rp30,4 Miliar APBD 2026 bayar BPJS Kelas 3. Harapannya: Jangan sampai BPJS-nya nonaktif.
LIMA PULUH, Eksklusif.co – Kabut cemas soal biaya berobat sedikit terangkat bagi warga miskin di Kabupaten Batu Bara.
Pemkab melalui Dinkes P2KB menganggarkan Rp30,4 Miliar dari APBD 2026 untuk membayar iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 bagi peserta PBPU. Data ini muncul di RUP LKPP Kode 43456143 tanggal 17 Mei 2026.
Bagi salah seorang ibu yang namanya tak ingin disebutkan, 42, warga Kec. Lima Puluh, kabar ini napas lega.
“Alhamdulillah kalau memang gratis setahun penuh. Saya kawatir kalau BPJS saya mati pas anak demam tinggi. Ke Puskesmas disuruh bayar umum. Nangis rasanya, Pak,” ujarnya.
Paket Rp30.488.105.565 ini dikerjakan Swakelola Tipe 1 oleh Dinkes. Artinya Pemkab langsung bayar ke BPJS tiap bulan Januari s.d Desember 2026.
Harapan Warga: Jangan Sampai Nonaktif
“Data saya masuk nggak? Soalnya banyak yang nggak tahu terdaftar PBPU Pemda atau tidak. Jangan sampai bulan Juni uangnya habis, terus BPJS kami mati lagi,” kata salah seorang warga Lima Puluh lainnya, buruh harian di Lima Puluh.
Mudah Dipakai: Kartu BPJS bisa langsung dipakai di Puskesmas tanpa dipersulit.
Data Pemkab Batu Bara
Total Pagu: Rp30,4 Miliar untuk iuran Kelas 3 setahun penuh.
Tujuan: Agar warga miskin tetap punya akses kesehatan gratis di Puskesmas & RS.
Kepala Dinkes Batu Bara belum merinci berapa ribu jiwa yang akan ditanggung dari Rp30,4 Miliar tersebut.
Menurut Warga, bagi warga miskin Batu Bara, Rp30,4 miliar bukan sekadar angka APBD. Itu harga untuk bisa berobat tanpa takut ditolak rumah sakit. Redaksi Eksklusif.co akan mengawal agar janji 2026 ini benar-benar dirasakan sampai Desember.
Redaksi Eksklusif.co akan mengawal agar janji 2026 ini benar-benar dirasakan sampai Desember.



No comments:
Post a Comment