EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.

Iklan

Januari-Mei 2026, Neraca Perdagangan Jabar Surplus USD 11,31 Miliar

Eksklusif Co
Saturday, 4 July 2026 | 14:45 WIB Last Updated 2026-07-04T07:45:02Z

Data Pendukung: 
Ekspor: USD 15,97 Miliar (+3,71%)
Impor: USD 4,66 Miliar (-7,08%)
Komoditas Top: Mesin & Peralatan Mekanis +25,27%
Sumber: BPS Jabar
Caption: EKSKLUSIF.CO

KOTA BANDUNG, EKSKLUSIF.CO - Jawa Barat kembali membukukan surplus neraca perdagangan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Jabar surplus USD 11,31 miliar. Capaian ini didorong nilai ekspor yang lebih besar dibanding impor.

Kepala Badan Pusat Statistik BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan, nilai ekspor Jabar Januari-Mei 2026 tercatat USD 15,97 miliar. Angka itu naik 3,71 persen dibanding periode sama 2025.

Ekspor Nonmigas Jadi Penopang 
Nilai ekspor nonmigas mencapai USD 15,87 miliar atau tumbuh 3,85 persen. Sementara ekspor migas sebesar USD 100,27 juta turun 14,78 persen.

Untuk bulan Mei 2026 saja, ekspor Jabar mencapai USD 3,40 miliar, naik 2,10 persen. Ekspor nonmigas Mei 2026 sebesar USD 3,37 miliar, naik 2,21 persen.

"Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Mei 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah Golongan Mesin dan Peralatan Mekanis sebesar USD 296,93 juta atau 25,27 persen," ujar Margaretha dalam keterangan  Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat, Rabu 1/7/2026.

Sebaliknya, penurunan terbesar terjadi pada Golongan Karet dan Barang dari Karet sebesar USD 94,41 juta atau 14,64 persen.

AS, Filipina, Jepang Tujuan Utama
Tiga negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Jan-Mei 2026 adalah:
  1. Amerika Serikat: USD 2,63 miliar
  2. Filipina: USD 1,47 miliar
  3. Jepang: USD 1,15 miliar
Ketiganya berkontribusi 33,08 persen. Ekspor ke ASEAN tercatat USD 4,37 miliar, sementara ke Amerika dan Eropa USD 5,96 miliar.

Dari sisi sektoral, Pertanian naik 3,11 persen dan Industri Pengolahan naik 3,85 persen. Namun Pertambangan turun 8,84 persen dan Migas turun 14,78 persen.

Impor Jabar Turun 7,08 Persen
Di sisi lain, nilai impor Jabar Januari-Mei 2026 justru turun jadi USD 4,66 miliar atau minus 7,08 persen.

Impor nonmigas naik tipis 1,07 persen ke USD 4,39 miliar. Sementara impor migas anjlok 60,48 persen menjadi USD 262,21 juta.

Impor Mei 2026 tercatat USD 0,98 miliar, turun 4,94 persen. Impor nonmigas Mei 2026 naik 7,38 persen ke USD 0,95 miliar.

Komoditas impor nonmigas yang turun drastis adalah Golongan Kendaraan dan Bagiannya sebesar USD 145,14 juta atau 42,40 persen. Sementara yang naik tertinggi adalah Golongan Mesin dan Perlengkapan Elektronik sebesar USD 108,64 juta atau 16,32 persen.

"Negara pemasok barang impor Nonmigas terbesar selama Januari-Mei 2026 ditempati oleh Tiongkok senilai USD 1,82 miliar atau 41,47 persen, disusul Korea sebesar USD 527,67 juta, dan dari Jepang sebesar USD 518,81 juta," kata Margaretha.

Menurut golongan penggunaan, impor Barang Konsumsi, Bahan Baku/Penolong dan Barang Modal masing-masing turun 5,37 persen, 6,33 persen dan 13,68 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. (Ris)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Januari-Mei 2026, Neraca Perdagangan Jabar Surplus USD 11,31 Miliar

No comments:

Trending Now

Iklan