OPINI
Oleh: Riswan Pasaribu
Jakarta, EKSKLUSIF.CO - BUK BERGETAR!
Kamis (9/7) kemarin di KPPU Jakarta terjadi sesuatu yang bikin banyak "bos tender" susah tidur. KPK dan KPPU teken MoU. Kedengarannya biasa? Tunggu dulu.
Isinya ini: Dua lembaga penegak hukum paling ditakuti bakal buka 1 pintu data.
Artinya? Rahasia kongkalikong tender yang 10 tahun aman, sekarang bisa kebongkar dalam 5 menit.
3 JURUS MAUT YANG BARU DILUNCURKAN
1. BIDIK SARANGNYA: UANG RAKYAT TRILIUNAN
Setyo Budiyanto, Ketua KPK, ngomong to the point di depan kamera:
"Pengadaan Barang dan Jasa. Itu sarangnya. Dari beli pulpen sampai bangun jalan tol."
Selama ini mainnya gini: Perusahaan A menang tender di Jatim. Perusahaan B menang di Jateng. Padahal 1 bos.
Nah sekarang data KPPU soal persekongkolan + data KPK soal suap bakal digabung.
2. SENJATA BARU: "MATA-MATA DIGITAL" SYSTEM-TO-SYSTEM” Enggak ada lagi istilah "Pak datanya nyusul ya". Ke depan sistem KPK nancep langsung` ke server KPPU.
Tender fiktif jam 8 pagi masuk LPSE? Jam 8.01 alarm merah udah bunyi di 2 kantor. Ini yang bikin mafia panik. Jejak digital enggak bisa dihapus lagi.
3. TAMPAREN KERAS DARI KPPU
Ketua KPPU Gopprera Panggabean naik darah:
"Tidak ada investasi tanpa kepastian hukum! Tidak ada pertumbuhan kalau tendernya main belakang!"
Bahasa halusnya: Kalau masih ada suap, cabut dari Indonesia.
SIAPA TARGETNYA? 3 KELOMPOK INI SIAP-SIAP
1. RAJA KARTEL : Yang 1 keluarga kuasai 15 PT buat sapu bersih proyek
2. MAFIA IZIN : Yang bisikin "kasih ke PT saya, nanti aman"
3. OKNUM PEJABAT : Yang tanda tangan proyek tapi rekening gendut
OPERASI 90 HARI: LEBIH SADIS DARI BAYANGAN
Ini bukan wacana. Ini jadwalnya:
1. Bongkar Regulasi Siluman : Aturan yang sengaja ribet biar cuma "orang dalam" yang menang
2. Otokritik Brutal : KPK + KPPU sikat gratifikasi di internal sendiri dulu
3. Silang LHKPN vs Pemenang Tender : Harta pejabat vs proyek yang dia tanda tangani. Cocok?
4. Gerilya Data : Edukasi jalan. Tapi operasi senyap juga jalan.
PERTANYAAN TERAKHIR: BERANI BENERAN?
MoU sudah, tinta sudah kering.
Sekarang bola di tangan Setyo dan Gopprera.
Berhenti di kertas = bunuh diri. Eksekusi = kubur mafia tender.
Indonesia Emas 2045 mau dijemput. Caranya: sikat semua yang makan uang rakyat.
Mulai hari ini, main mata harganya mahal. Karena yang ngawasin udah 2x lipat.
Baca Juga: KPK Kebut Hitung Kerugian Kasus Iklan BJB Rp222 M, Rumah Matan Gubernur Jabar Pernah Digeledah



No comments:
Post a Comment