EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.

Iklan

Website KEK Sei Mangkei Tertinggal Setahun, Padahal Klaim Investasi Rp129 Triliun

Eksklusif Co
Friday, 17 July 2026 | 18:15 WIB Last Updated 2026-07-17T12:20:18Z

Gambar tangkapan layar: Ada sertifikasi ISO 37001, 9001, 45001 yang jadi nilai jual. Tapi kredibilitas digitalnya ketinggalan

Target investasi Rp129 Triliun, tapi footer situs resmi masih © 2025. KINRA juga akui bayar "partisipasi" Rp250.000 untuk rilis berita ke media

SEI MANGKEI, EKSKLUSIF.CO — Sudah pertengahan 2026, website resmi Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, https://seimangkeisez.com/id, masih terjebak di tahun 2025.


Padahal situs itu disebut PT KINRA sebagai "etalase utama" untuk menarik investor B2B dengan target ±Rp129 Triliun .


Banner depan pamer investasi besar dan sertifikat ISO. Tapi di footer masih tertulis © 2025. KINRA akui maintenance masih ke pihak ketiga


Keterlambatan update sekecil tahun di footer justru menjadi sinyal pertama yang dilihat calon investor domestik dan mancanegara sebelum survei lokasi.


Masalah tidak berhenti di tahun. Nama vendor masih bertengger di footer, memunculkan pertanyaan: siapa sebenarnya yang pegang kendali update konten?


PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) membenarkan.


“Website masih dalam kerjasama dengan pihak ketiga dalam konteks maintenance,” ujar Sekretaris PT KINRA, Miswarindra saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).


Miswarindra mengklaim situs itu "fully custom". Namun untuk urusan perawatan harian, perusahaan masih menggantungkan ke vendor luar.


Ditanya dampaknya, Miswarindra mengakui ada kekurangan. “Website tentunya masih memiliki beberapa kekurangan minor, namun secara berkesinambungan manajemen menghadirkan konten terupdate terkait informasi di KEK Sei Mangkei,” ujarnya.


“Update kecil seperti tahun di footer berdampak besar. Website itu wajah perusahaan di dunia digital,” kata seorang praktisi komunikasi digital.


Ada Aliran Dana "Partisipasi" ke Media Rp250.000 per Rilis


Temuan lain yang lebih krusial. KINRA membenarkan adanya pemberian dana kepada 3 media nasional dan 18 media lokal untuk setiap rilis pemberitaan positif perusahaan.


“Benar, terkait rilis pemberitaan positif/citra perusahaan dari operasional KEK Sei Mangkei yang merupakan sarana promosi. Dana tersebut sebagai partisipasi dari PT KINRA untuk bantuan biaya fax dan/atau biaya pengiriman informasi dari jurnalis/wartawan kepada redaksi masing-masing dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran perusahaan,” jelas KINRA.


Miswarindra, menyebut media utama promosi adalah website, Instagram, dan LinkedIn. Promosi juga dilakukan lewat Kedutaan Besar, Trade Agency, dan Kamar Dagang.


Untuk narahubung, promosi KEK Sei Mangkei berada di bawah Divisi Pemasaran & Penjualan PT KINRA yang terhubung lewat WhatsApp bisnis resmi. Instagram @kekseimangkei disebut ikut menjadi etalase utama implementasi anggaran promosi.


Sementara mengenai seperti apa kontrak kerja sama dengan Trade Agency dan stakeholder pemerintah tersebut, Miswarindra tidak merinci.


Catatan Kritis


Di tengah target investasi raksasa, profesionalitas kanal digital seharusnya jadi prioritas. Alih-alih update berkala, situs resmi justru menampilkan data usang dan masih bergantung ke pihak ketiga.


Ditambah pengakuan adanya "partisipasi biaya" ke media, ini membuka ruang tafsir baru tentang independensi pemberitaan seputar KEK Sei Mangkei.


Sulit dipercaya sebuah KEK dengan target investasi ratusan triliun masih gagal mengupdate hal paling dasar di websitenya. Di saat banner depan bicara angka besar dan sertifikasi internasional, bagian paling bawah justru menunjukkan kelalaian administratif.


Bagi investor, ini bukan soal estetika. Ini soal kredibilitas.


EKSKLUSIF.CO akan meralat berita ini jika KINRA telah melakukan update footer ke 2026.


(red)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Website KEK Sei Mangkei Tertinggal Setahun, Padahal Klaim Investasi Rp129 Triliun

No comments:

Trending Now

Iklan