EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.

Iklan

Trump Gebrak Lagi Nato: "Tidak Timbal Balik", Isyaratkan AS Keluar

Eksklusif Co
Saturday, 4 July 2026 | 06:36 WIB Last Updated 2026-07-04T07:53:58Z
TRUMP SLAMS NATO
Sindiran keras Donald Trump untuk NATO di Truth Social. Menjelang KTT di Ankara, Trump nilai AS terlalu berat nanggung pertahanan Eropa sendirian. 

JAKARTA, EKSKLUSIF.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap NATO. Ia menyebut hubungan antara Amerika Serikat dan aliansi militer tersebut sudah tidak lagi adil serta terlalu menguntungkan negara-negara Eropa.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Kamis 7/8/2026, hanya beberapa hari menjelang Konferensi Tingkat Tinggi KTT NATO yang dijadwalkan berlangsung di Ankara, Turki.

"Hubungan kita dengan NATO tidak timbal balik. Mereka tidak ada untuk kita!" tulis Trump.

Pernyataan tersebut kembali memicu spekulasi mengenai masa depan hubungan Amerika Serikat dengan aliansi pertahanan terbesar di dunia.

Dalam unggahannya, Trump menyertakan grafik yang menunjukkan besarnya anggaran pertahanan Amerika Serikat dibandingkan negara-negara anggota NATO lainnya.

Menurut Trump, Washington selama bertahun-tahun menanggung beban pertahanan yang jauh lebih besar dibanding sekutu-sekutunya di Eropa.

Ia menilai kondisi tersebut tidak lagi dapat dipertahankan dan menyebut hubungan antara Amerika Serikat dengan NATO sebagai hubungan yang "berat sebelah".

Trump juga kembali menyoroti sikap sejumlah negara Eropa selama konflik terbaru dengan Iran.

Ia sebelumnya mengkritik beberapa sekutu NATO karena membatasi penggunaan pangkalan militer mereka oleh pasukan Amerika Serikat ketika konflik berlangsung.

Meski demikian, pemerintahan Trump juga dikritik karena disebut tidak melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan para sekutu mengenai operasi militer maupun dampak keamanan dan ekonomi yang ditimbulkan.

Trump kembali mengungkapkan kemungkinan Amerika Serikat menarik diri dari NATO apabila menurutnya aliansi tersebut tidak lagi menguntungkan kepentingan Washington.

Namun, langkah tersebut tidak dapat dilakukan secara sepihak karena memerlukan persetujuan Kongres Amerika Serikat.

Sejak masa kampanye hingga kembali menjabat sebagai presiden, Trump berulang kali menegaskan bahwa negara-negara Eropa harus mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam membiayai pertahanan mereka sendiri.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, pemerintahannya mulai mengurangi sejumlah komitmen militer Amerika di kawasan Eropa.

Tekanan Trump terhadap sekutu-sekutu Eropa sebelumnya membuahkan hasil ketika para pemimpin NATO menyepakati peningkatan anggaran pertahanan.

Dalam pertemuan tahun lalu, negara-negara anggota sepakat menaikkan belanja pertahanan hingga setara 5 persen dari Produk Domestik Bruto PDB masing-masing negara paling lambat pada 2035.

Trump menilai langkah itu merupakan bukti bahwa tekanan dari Amerika Serikat berhasil mendorong negara-negara anggota berbagi beban pertahanan secara lebih adil.

Tekanan Trump terhadap sekutu-sekutu Eropa sebelumnya membuahkan hasil ketika para pemimpin NATO menyepakati peningkatan anggaran pertahanan.

Dalam pertemuan tahun lalu, negara-negara anggota sepakat menaikkan belanja pertahanan hingga setara 5 persen dari Produk Domestik Bruto PDB masing-masing negara paling lambat pada 2035.

Trump menilai langkah itu merupakan bukti bahwa tekanan dari Amerika Serikat berhasil mendorong negara-negara anggota berbagi beban pertahanan secara lebih adil.

Sebanyak 32 negara anggota NATO dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi KTT NATO di Ankara, Turki, pada Selasa dan Rabu pekan depan.

Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas berbagai isu strategis, mulai dari peningkatan belanja pertahanan, perang di Ukraina, konflik di Timur Tengah, hingga masa depan hubungan transatlantik di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Didirikan pada 1949, NATO selama puluhan tahun menjadi aliansi pertahanan yang dipimpin Amerika Serikat dan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan Eropa serta menghadapi pengaruh Uni Soviet selama era Perang Dingin.

Pernyataan terbaru Trump diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama yang membayangi jalannya KTT NATO, mengingat komentar tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai komitmen jangka panjang Amerika Serikat terhadap aliansi tersebut.

Sumber: CBSNews 
(Ray. S)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Trump Gebrak Lagi Nato: "Tidak Timbal Balik", Isyaratkan AS Keluar

No comments:

Trending Now

Iklan