EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.

Iklan

Dedi Mulyadi Sindir Ngatiyana: Pensiunan TNI Tapi Tak Berani Sikat Pengedar Tramadol di Cimahi

Eksklusif Co
Wednesday, 5 August 2026 | 07:29 WIB Last Updated 2026-08-05T01:03:44Z

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbincang dengan Wali Kota Cimahi Ngatiyana di sela Rakor MCP KPK di BPSDM Jabar, Selasa 4/8/2026. Dalam forum tersebut Dedi menyoroti maraknya peredaran tramadol di Kota Cimahi.


BANDUNG, eksklusif.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur keras Wali Kota Cimahi Ngatiyana di hadapan para kepala daerah. Teguran itu buntut dugaan maraknya peredaran obat keras jenis tramadol di Kota Cimahi yang disebut telah memakan korban.


Peristiwa itu terjadi saat Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling for Prevention MCP KPK di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia BPSDM Provinsi Jawa Barat, Selasa 4/8/2026.


"Masa Pak Wali yang berlatar belakang TNI tidak berani menindak?"


Di lobi Kantor BPSDM, Dedi langsung mencecar Ngatiyana yang merupakan pensiunan TNI.


"Gimana ini, banyak tramadol beredar. Ada warga juga yang jadi korban," kata Dedi kepada Ngatiyana.


Ia kemudian menyinggung adanya dugaan oknum yang berlindung di balik nama lembaga swadaya masyarakat.


"Banyak LSM, sehingga tidak ada yang berani menindak. Masa Pak Wali yang berlatar belakang TNI tidak berani menindak?" ujarnya.


Sontak forum yang dihadiri kepala daerah se-Jabar itu menjadi tegang.


Ngatiyana: "Sedang Disiapkan"


Menghadapi desakan itu, Ngatiyana menjawab singkat.


"Sedang disiapkan untuk mengatasi," katanya.


Jawaban itu tidak memuaskan Dedi. Gubernur justru menaikkan nada bicaranya.


"Jangan terlalu lama. Harus ditindak. Sikat saja, Bapak kan tentara, masa tidak berani," tegas Dedi.


Desak Aparat Bertindak, Jangan Ada yang Kebal Hukum


Dedi menekankan pemerintah daerah tidak boleh membiarkan peredaran obat keras. Ia menilai hal itu membahayakan generasi muda dan meresahkan masyarakat.


Ia juga meminta aparat dan pemerintah daerah tidak gentar mengambil tindakan. Terlebih jika benar ada pihak tertentu, termasuk yang mengatasnamakan LSM, yang mencoba melindungi aktivitas peredaran tramadol.


"Pemerintah dan aparat harus bertindak sesuai aturan. Jangan ada yang kebal hukum," ucap Dedi.


Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Cimahi belum merinci langkah konkret apa yang akan diambil untuk menindak peredaran tramadol.


Warga Sorot Miras di Antapani: "Wali Kota Bandung Mestinya Ditegur Juga"


Seruan Dedi juga mendapat respons dari warga. Sejumlah warga di Cimahi dan Kota Bandung meminta Gubernur agar tidak hanya menyorot Cimahi, tetapi juga kepala daerah lain di Jabar.


Mereka menyorot peredaran minuman keras di Terminal Antapani, Kota Bandung, yang disebut telah memakan korban jiwa.


"Punten Bapak Aing, itu walikota Bandung mestinya ditegur juga lantaran baru-baru ini di terminal Antapani ada pesta miras yang menelan korban meninggal dunia. Kok kabar itu seperti senyap dan walikota Bandung seolah tak bergeming," ujar salah satu warga Antapani yang namanya tak ingin disebutkan, Selasa 4/8/2026.


Menurut warga tersebut, peredaran miras di Terminal Antapani sudah seperti "pasar malam". Pembeli lalu lalang setiap hari. Kios pedagang miras disebut pernah disegel dan barangnya disita, namun kembali dibuka. (lia/rsw)



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dedi Mulyadi Sindir Ngatiyana: Pensiunan TNI Tapi Tak Berani Sikat Pengedar Tramadol di Cimahi

No comments:

Trending Now

Iklan