EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.

Iklan

Dedi Mulyadi: Jangan Ada yang Gagal Kuliah karena Biaya

Eksklusif Co
Wednesday, 12 August 2026 | 01:57 WIB Last Updated 2026-08-11T18:57:22Z

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbaur dan berswafoto dengan ribuan siswa SMA/SMK saat kegiatan PKKMB di Jatinangor, Sumedang, Senin (10/8/2026). Dalam kesempatan itu KDM menekankan pentingnya pendidikan tanpa kendala biaya.


SUMEDANG,  EKSklusif.co — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai syarat penerimaan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah terlalu ketat. Ia mengusulkan batas maksimum gaji gabungan orangtua dinaikkan dari UMP menjadi Rp10 juta per bulan.


Usulan itu disampaikan Dedi saat menjadi pembicara kuliah umum pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran, Prabu 2026, di Stadion Jati, Kampus Jatinangor, Senin (10/8/2026).


"Saat ini syaratnya harus di bawah UMP. Di Jabar UMP-nya Rp2,3 juta. Saya usul agar nanti ketentuannya di bawah Rp10 juta boleh dapat KIP," kata Dedi, yang akrab disapa KDM.


Menjawab Keluh Kesah Mahasiswa


Di hadapan ribuan mahasiswa baru, KDM banyak menerima keluhan. Mulai dari mahalnya Uang Kuliah Tunggal, biaya kos di Jatinangor, hingga beban hidup mahasiswa yang orangtuanya PNS namun tetap kesulitan.


Keluhan itu juga datang dari mahasiswa jalur prestasi dan penyandang disabilitas.


Gina, mahasiswi tunanetra, bersyukur bisa kuliah gratis di Unpad. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan akses pendidikan bagi disabilitas hingga ke jenjang perguruan tinggi.


Mendengar itu, KDM berpesan agar mahasiswa tidak putus asa karena masalah biaya.


"Selama punya tekad kuat untuk lulus, kendala biaya pasti bisa diatasi," ujarnya.


Sebagai bentuk kepedulian, KDM langsung memberikan bantuan di tempat. Ada bantuan uang kos untuk 2 tahun, beasiswa gratis kuliah selama 5 semester, hingga modal usaha Rp5 juta bagi mahasiswa yang ingin merintis usaha kecil.


"Tidak boleh ada orang gagal kuliah hanya karena faktor biaya," tegasnya.


Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar gelar. "Jadikanlah kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang yang mampu. Musuh jangan dijauhi, tapi jadikan temannya," ucap KDM.


Sorotan Infrastruktur Kampus


Selain biaya, mahasiswa juga menyoroti kondisi infrastruktur. Livy, mahasiswi asal Depok, meminta gubernur memperbaiki jalan di kawasan Jatinangor.


KDM menjelaskan jalan tersebut berstatus jalan nasional sehingga wewenangnya ada di pemerintah pusat. Namun ia berjanji akan berkomunikasi dengan Kementerian PU.


"Kalau diizinkan tahun depan kinclong. Tapi warga kampus juga harus ikut menjaga kebersihan lingkungan," katanya.


Diskusi juga menyentuh masa depan pendidikan vokasi. Keisya, mahasiswi kedokteran hewan, mengeluhkan minimnya peminat prodi tersebut dibanding kedokteran umum.


KDM memotivasi bahwa kebutuhan dokter hewan di swasta, BUMN, dan pemerintah sangat besar. Bahkan potensinya bisa lebih tinggi dari dokter umum.


"Jangan berkecil hati dengan cita-cita mulia membuat data hewan endemik Indonesia lebih lengkap," pesannya.


rsw/EKSklusif.co









Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dedi Mulyadi: Jangan Ada yang Gagal Kuliah karena Biaya

No comments:

Trending Now

Iklan