EKSKLUSIF

Eksklusif.co - Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru Terkini.

Iklan

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73%, Kalahkan Nasional. Tapi Angka Kemiskinan Masih 3,44 Juta Orang

Eksklusif Co
Friday, 7 August 2026 | 08:19 WIB Last Updated 2026-08-07T01:19:43Z

Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati saat merilis data ekonomi Jabar Triwulan II 2026 di Bandung, Rabu (5/8/2026). BPS mencatat ekonomi Jabar tumbuh 5,73% y-o-y, lebih tinggi dari nasional 5,29%. Jumlah penduduk miskin juga turun menjadi 3,44 juta orang.


BPS: Pertumbuhan tertinggi disumbang belanja pemerintah. Jumlah orang miskin berkurang 218 ribu dalam setahun


Bandung, EKSklusif.co - Ekonomi Jawa Barat tumbuh lebih cepat dari rata-rata nasional pada triwulan II 2026.


Badan Pusat Statistik /BPS/ Jabar mencatat pertumbuhan ekonomi Jabar secara tahunan /y-o-y/ mencapai 5,73 persen. Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29 persen.


"Pertumbuhan ini didorong dari dua sisi," kata Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati dalam rilis di Kantor BPS Jabar, Rabu /5/8/2026/.


Belanja Pemerintah Jadi Mesin Pertumbuhan


Dari sisi produksi, sektor yang tumbuh paling tinggi adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 18,28 persen.


Dari sisi pengeluaran, komponen yang melonjak paling tajam adalah Pengeluaran Konsumsi Pemerintah /PK-P/ sebesar 40,24 persen.


Secara kuartalan /q-to-q/, ekonomi Jabar juga tumbuh 2,25 persen dibanding triwulan I 2026. Lagi-lagi, sektor pemerintahan dan belanja pemerintah jadi yang tertinggi masing-masing 12,67% dan 7,96%.


Namun sumber pertumbuhan terbesar secara riil tetap dari sektor riil. Industri Pengolahan memberi sumbangan terbesar ke pertumbuhan sebesar 1,96 persen.


Sementara dari sisi pengeluaran, daya beli masyarakat masih jadi penopang utama. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menyumbang 3,03 persen ke pertumbuhan.


Kemiskinan Turun, Tapi Masih 3,44 Juta Jiwa


Di sisi lain, BPS juga mencatat kabar baik soal kemiskinan.


Persentase penduduk miskin Jabar pada Maret 2026 tercatat 6,54 persen. Turun 0,24 poin dibanding September 2025 dan turun 0,49 poin dibanding Maret 2025.


Secara jumlah, penduduk miskin berkurang menjadi 3,44 juta orang. Berkurang 114,23 ribu orang dalam 6 bulan terakhir, dan berkurang 218,27 ribu orang dalam setahun.


"Penurunan ini didorong meluasnya kesempatan kerja. Ada tambahan 205,31 ribu orang bekerja dari Februari ke Mei 2026. Ini berdampak pada pendapatan keluarga dan daya beli," ujar Margaretha.


Garis Kemiskinan Jabar per Maret 2026 ditetapkan Rp609.790 per kapita per bulan. Rinciannya, Rp454.174 untuk makanan dan Rp155.616 untuk non-makanan.


BPS menyebut tren kemiskinan di Jabar memang menurun sejak Maret 2022, setelah sempat naik karena kenaikan harga BBM. Pemulihan ekonomi pasca Covid-19 disebut jadi faktor utama.


Catatan


Angka pertumbuhan 5,73% dan penurunan kemiskinan ini terjadi di saat Pemprov Jabar tengah fokus pada efisiensi anggaran dan pengentasan layanan dasar seperti rutilahu dan akses kesehatan.


Tantangan ke depan adalah memastikan pertumbuhan yang tinggi ini benar-benar dirasakan hingga ke 3,44 juta penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan.


/Red/

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73%, Kalahkan Nasional. Tapi Angka Kemiskinan Masih 3,44 Juta Orang

No comments:

Trending Now

Iklan